Selasa, 29 November 2011

AKADEMI MORAL

Saatnya berdiri pendidikan Akademi moral dan etika, yang berguna untuk para politikus yang belum mengerti
tentang etika berpolitik dan bisa untuk tempat belajar.,Setelah menduduki kursi empuk punya peduli terhadap kepentingan rakyat..
Bukanya kami tidak percaya tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui tentang posisinya dan mau berbuat apa.
Suara menggema dimana-mana dengan berbentuk slogan dan aksi, itu semua karena hilangnya kepercayaan.
Marilah kita mengoreksi dan berbenah diri, selangkah demi selangkah ada peningkatan untuk maju biar punya harga diri dan akhirnya masarakat bisa berarti untuk negri.

Sahabat yang membaca ungkapan picisan yang tersurat ini, bukanlah hisapan jempol kami sendiri tapi semua bersendi pada hati nuraninya orang-orang yang bijaksana dan tulus hati.



2 komentar:

  • Wiro Djampang says:
    30 November 2011 pukul 12.37

    Malam Mas Cahyo.

    Setuju memang harus ada spesipikasi pendidikan Moral,Misalnya secara Akademi Moral dalam bentuk formal sekolah atau setingkat Perguruan Tinggi.

    Namun mungkin sudah cukup dengan mata pelajaran tentang Moral dan Akhlak sesuai kurikulum yang sekarang berlaku,secara di semua lembaga pendidikan di gunakan.

    Masalahnya yang susah jika didirikan sebuah Akademi Formal Akademi atau Sekolah Tinggi Moral..???lalu siapa yang menjadi dosen-dosennya,,artian dosen dan civitas akademika nya harus benar-benar orang yang bermoral dan pakar di bidang Moral..

    sampai saat ini belum ada Professor Moral di Indonesia hehehe.....

    Maju Terus Mas...Selamat malam.

  • Cahyo Sumirat says:
    5 Desember 2011 pukul 01.52

    Untuk merubah dan membenai etika dan moral yg sudah terlalu rusak sayakira tak perlu pendidika formal terlebih dahulu, selangkah tuk benah diri kayak kejar paket itu aja dulu, kayak profesor dan dosen itupun juga belum jaminan pratek laksananya, kita cuma butuh orang yg ngerti udah cukup, bukan orang pinter.
    Makasih kawan atas komenya semoga wacana ini bisa dimengerti pada orang yg ndak mengerti.

Posting Komentar