Hatimu sangatlah mulia.
Jiwamu penyabar dan tak pernah mangeluh.
Kau memang abdi setia buat setiap orang.
Dirimu selalu di injak-injak tapi kau tetap bertahan.
Memang nasibmu hidup selalu di bawah kaki.
Bila kau berada di atas kepala orang, pasti disitu ada yang emosi..
Karena kau di anggap rendah dan hina tuk setiap orang.
Tapi kenapa banyak yang mencarimu bahkan orang jadi malu bila berjalan tanpamu.
Srandal japit,....Bersabarlah kau sampek ajalmu tiba dan di buang di tong sampah.
Semoga dirimu selalu dibutuhkan orang dan dirawatnya.
Sajak Picisan Cahyo Sumirat
Jiwamu penyabar dan tak pernah mangeluh.
Kau memang abdi setia buat setiap orang.
Dirimu selalu di injak-injak tapi kau tetap bertahan.
Memang nasibmu hidup selalu di bawah kaki.
Bila kau berada di atas kepala orang, pasti disitu ada yang emosi..
Karena kau di anggap rendah dan hina tuk setiap orang.
Tapi kenapa banyak yang mencarimu bahkan orang jadi malu bila berjalan tanpamu.
Srandal japit,....Bersabarlah kau sampek ajalmu tiba dan di buang di tong sampah.
Semoga dirimu selalu dibutuhkan orang dan dirawatnya.
Sajak Picisan Cahyo Sumirat


0 komentar:
Posting Komentar